assalamualaikum dan salam sejahtera.
mudah-mudahan di laman yang tak seindahnya ini dapat memberi munafaat miski secebis cuma. inshaallah.

Tuesday, April 19, 2016

Perempuan

Puisi di bawah hasil nukilan ustazah Halimah dari Indonesia. di sini juga saya sertakan link untuk kita mendengara alunan deklamasi puisi tersebut yang disampaikan sendiri oleh Yang Berbahagia ustazah Halimah.


Mari kita sama-sama hayati bait-bait sajak beliau. Mudah-mudahan ia boleh dijadikan sumber inspirasi bagi sesiapa saja wanita yang terasa rimas dengan kehidupan seharian.


Perempuan,
Duhai,
Siapakah engkau ini,


Jika jadi anak,
ia adalah Bidadari kecil
Ayah bonda,
Permata yang siang malam
Dijaga keduanya.


Jika jadi pasangan
Ia adalah Kesenangan terindah,
Syurga
Untuk pasangannya di dunia.


Jika jadi orang tua,
Wah,
Syurga itu
Telah berpindah di telapak kakinya,
Ia bawa ke mana-mana.


Nabi pun membilangnya Sebagai tiang,
Tatkala kehidupan
Adalah bangunan,
Ya,
Engkaulah tiang itu,
Engkaulah perempuan.


Perempuan adalah Tiang negara,
Jika perempuan baik,
Baiklah negaranya,
Jika perempuan rosak,
Hancurlah negaranya.


Engkaulah tiang
Dalam rumah tanggamu,
Engkaulah sandaran
Bagi dinding,
Pintu,
atap,
dan jendela.


Nabi selalu benar
Dalam memilah Istilah kata,
Karna di rumahmu
Kepadamu semua urusan bertumpu.


Maka sebagai tiang,
Engkau harus kuat tak tergoyah kan,
Sebagai sandaran,
Kukuhmu adalah karang di lautan,
Tidak rentan
Diterjang angin dan badai.


Tapi aku tak sekuat itu,
Katamu.
Aku tak berdaya
Menghadapi keberutalan dunia ini,
Zaman semakin menggerusku,
Bebanya melumatku hingga luluh.


Aku begitu lemah,
Aku tertindas,
Aku teraniaya,
Katamu pula.


Tunggu wahai perempuan,
Engkau lupa,
Ada Allah dalam hidupmu,
Yang siap menanggung segala keluh,


Ada Allah dalam harimu,
Sumber kekuatan yang penuh,


Ada Allah dalam hatimu,
Jika kau serahkan padanya
Segala sesuatu,
Ia akan menjaganya hingga utuh.


Maka,
Dalam tiap gerimis kesedihan,
Hanyutkan dirimu
Dalam zikir panjang malammu,


Dalam tiap kerikil tajam Di jalanan,
Benamkan wajahmu
Dalam sujud kepasrahan.


Dalam tiap duka yang menyapa,
Hanyutkan airmatamu
Dalam sungai kasihnya.


Dalam tiap nestapa,
Larutkan pahit airmatamu
Dalam manis cintanya.


Dan dalam tiap kelabu langitmu,
Panggillah namanya,
Allah,
Alllah,
Alllah,
Dan tunggulah
Hingga Dia merubah mendungmu
Menjadi pelangi warna warni.



Sumber: radio ikim fm

Wednesday, April 13, 2016

Masjid

Masjid, saya kira setiap kita yang mislim tahu apa itu masjid. Malah tak keterlaluan jika saya katakan orang-orang bukan muslim juga tahu apa itu masjid.


Cuba kita tanya pada diri, berapa kerap kita ke masjid. Seminggu sekali atau setahun dua kali? Atau mungkin yang lebih baik sedikit lagi, seminggu dua dalam bulan ramadhan. Kononnya, mengambil berkat bulan tersebut.


Di bawah ini saya lampirkan link audio yang saya petik dari rancangan Usrah Nirani terbitan radio Ikim. Mudah-mudahan selepas kita mendengar sedutan tersebut, dapatlah memberi impak positif ke dalam diri.


Alangkah ruginya andai kita tidak memunafaat fisikal yang sihat kurniaan Allah ke arah mengimarahkan rumah-rumah Allah. Berada di rumah Allah tidak percuma, Inshaallah pasti ada ganjaran dari Dia Yang Maha Pemurah lagi Penyayang.